Kenapa Kerupuk Rambak Harus Pakai Borak? Purworejo, CyberNews. Para perajin kerupuk, terutama kerupuk kedelai dan kerupuk rambak di sentra penganan ringan di Desa Kuwurejo, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo mengaku kesulitan menghindari penggunaan bleng atau borak dalam proses produksinya.
Para perajin mengungkapkan, tanpa bleng, kerupuk yang diproduksi menjadi berubah citarasanya. "Kalau tidak memakai bleng, rasanya tidak sedap. Mau bagaimana lagi wong ini permintaan konsumen," ujar salah satu perajin, Tumiran (59).
Bleng sendiri merupakan campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti karak atau gendar. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat. Bleng berfungsi untuk mengembangkan atau mengenyalkan serta memberikan aroma dan rasa tersendiri pada kerupuk.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo mengimbau perajin agar menghindari penggunaan bleng atau borak. Pasalnya, jika dikonsumsi terus-menerus bisa membahayakan kesehatan.
Diakui Tumiran, Dinkes telah beberapa kali mengingatkan para perajin agar menghindari penggunaan bleng. Namun, para perajin bingung karena peringatan yang disampaikan Dinkes itu tidak disertai dengan solusi, misalnya dengan memberikan gambaran bahan alternatif lainnya yang tidak berbahaya bagi kesehatan.
"Jangan sekedar melarang dong. Berikan kami alternatif bahan lainnya. Karena dengan melarang ini sepenuhnya berarti bisa mematikan usaha kami. Itu artinya menghilangkan pekerjaan banyak orang di desa ini," katanya.
Menurut dia, para perajin di desanya tidak menggunakan bleng secara berlebihan. Namun hanya secukupnya untuk membuat adonan kerupuk menjadi lebih mengembang dan memiliki cita rasa. "Orang tua saya dulu kalau bikin kerupuk ya pasti pakai bleng. Toh sampai sekarang tidak mati," tandasnya.







0 komentar:
Posting Komentar